EA - 5 The Open Group Architecture Framework -TOGAF

Apa itu TOGAF Framework?

Sejujurnya saya baru mempelajarinya, namun dari informasi yang saya kumpulkan, dapat disimpulkan bahwa: 

TOGAF Framework merupakan kerangka kerja yang menyediakan metode dan alat komprehensif untuk merancang, merencanakan, mengimplementasikan, dan mengelola Arsitektur Perusahaan (Enterprise Architecture) dalam suatu organisasi.

Gambar ADM TOGAF (The Open, 2009) 

Apa itu Metode Pengembangan Arsitektur TOGAF?

Metode Pengembangan Arsitektur utama dalam TOGAF adalah Architecture Development Method (ADM). Ini adalah siklus yang berisi serangkaian langkah yang harus diikuti oleh arsitek perusahaan.

Berikut adalah penjelasan setiap fase dalam siklus TOGAF ADM:

1. Fase Pendahuluan (Preliminary Phase)

Fase ini berfokus pada persiapan proyek arsitektur itu sendiri.

  • Tujuan: Menentukan "di mana" dan "bagaimana" perusahaan akan melakukan pekerjaan arsitektur.

  • Aktivitas: Mengidentifikasi tim, mendefinisikan prinsip-prinsip arsitektur, dan menentukan scope organisasi yang akan dicakup.

2. Fase A: Visi Arsitektur (Architecture Vision)

Fase ini adalah tentang mendefinisikan tujuan dan nilai bisnis.

  • Tujuan: Mendapatkan persetujuan dan dukungan dari manajemen senior.

  • Aktivitas: Mengidentifikasi pemangku kepentingan (stakeholder), menentukan visi tingkat tinggi, dan menetapkan nilai bisnis (ROI) yang akan dibawa oleh arsitektur baru.

3. Fase B: Arsitektur Bisnis (Business Architecture)

Fase ini berfokus pada pemodelan aspek bisnis perusahaan.

  • Tujuan: Mendefinisikan Arsitektur Bisnis saat ini (baseline) dan yang ditargetkan (target).

  • Aktivitas: Menganalisis dan memodelkan proses bisnis, fungsi, struktur organisasi, dan tata kelola bisnis yang dibutuhkan untuk mencapai visi.

4. Fase C: Arsitektur Sistem Informasi (Information Systems Architectures)

Fase ini dibagi menjadi dua fokus utama: Data dan Aplikasi.

  • Tujuan: Mendefinisikan Arsitektur Data dan Arsitektur Aplikasi saat ini dan target.

  • Aktivitas:

    • Arsitektur Data: Menggambarkan struktur data logis dan fisik.

    • Arsitektur Aplikasi: Menggambarkan sistem aplikasi utama, interaksi antar aplikasi, dan bagaimana mereka mendukung fungsi bisnis.

5. Fase D: Arsitektur Teknologi (Technology Architecture)

Fase ini berfokus pada infrastruktur teknis yang mendukung sistem.

  • Tujuan: Mendefinisikan Arsitektur Teknologi saat ini dan target.

  • Aktivitas: Menggambarkan platform perangkat keras (hardware), perangkat lunak dasar (middleware), jaringan, dan standar teknologi yang diperlukan.

6. Fase E: Peluang dan Solusi (Opportunities & Solutions)

Fase ini menjembatani kesenjangan antara arsitektur saat ini dan target.

  • Tujuan: Mengidentifikasi proyek-proyek yang diperlukan untuk beralih dari keadaan baseline ke keadaan target.

  • Aktivitas: Menganalisis kesenjangan (gap analysis) di seluruh fase B, C, dan D, lalu mengelompokkan proyek-proyek tersebut menjadi paket kerja (peta jalan/roadmap).

7. Fase F: Perencanaan Migrasi (Migration Planning)

Fase ini adalah tentang merencanakan implementasi secara rinci.

  • Tujuan: Membuat rencana implementasi dan migrasi yang terperinci, termasuk prioritas, jadwal, dan anggaran.

  • Aktivitas: Menyusun rencana transisi, menilai risiko dan manfaat dari setiap proyek, serta mengalokasikan sumber daya.

8. Fase G: Tata Kelola Implementasi (Implementation Governance)

Fase ini mengawasi pelaksanaan rencana.

  • Tujuan: Memastikan bahwa semua proyek yang diimplementasikan mematuhi standar dan prinsip arsitektur yang telah ditetapkan dalam fase sebelumnya.

  • Aktivitas: Memberikan panduan dan kontrol kepada tim implementasi, meninjau hasil proyek, dan mengelola kontrak.

9. Fase H: Pengelolaan Perubahan Arsitektur (Architecture Change Management)

Fase ini berfokus pada pemeliharaan dan adaptasi arsitektur.

  • Tujuan: Memastikan arsitektur tetap relevan dan akurat seiring berjalannya waktu dan perubahan bisnis/teknologi.

  • Aktivitas: Memantau lingkungan, mengidentifikasi pemicu perubahan (misalnya teknologi baru atau persyaratan bisnis baru), dan mengulang siklus ADM jika diperlukan.

Proses Pengelolaan Persyaratan (Requirements Management)

Ini adalah proses yang berjalan terus-menerus di sepanjang semua fase ADM.

  • Tujuan: Memastikan semua persyaratan bisnis ditangkap, divalidasi, didokumentasikan, dan dipertimbangkan di setiap tahap pengembangan arsitektur.

  • Fungsi: Bertindak sebagai mesin yang mendorong siklus ADM; setiap persyaratan baru atau perubahan memicu tinjauan arsitektur.

Comments